A trip doesn’t have to be expensive, but it has to be rich!

Saya ingin membuktikan bahwa traveling itu bukan sekedar senang-senang. Traveling yang baik didasarkan atas hasrat untuk memajukan kawasan yang dikunjungi. Mendukung perekonomian dan melestarikan lingkungan setempat. Sementara pengunjungnya terdorong untuk membuka mata, hati, dan pikiran. Oleh-oleh yang utama dari traveling: berbagi inspirasi dan wawasan baru dengan dunia di luar sana.

Interaction Design in the Development of Interactive Advertising on the Internet

This one’s the english translation for the earlier post about my final project.

As the biggest individual project to conclude my bachelor degree, I tried to give personal touch to the final project. I blend my interests- ones that are feasible to be discussed relating to the informatics field. The combination is: interaction design + (interactive) advertising + tourism, all extracted in the frame of software development. I initially got the inspiration to bring up the topic about interactive advertising while I was doing an internship on June-July 2008. So, thank you LOWE Indonesia 🙂

Oh, I also uploaded the final prototype of Raja Ampat’s Tourism Website that I had built into a domain on the Internet. The website was not prepared for public use, but I’d be glad to provide the link if anybody wants to view it.

FINAL PROJECT ABSTRACT

NIM : 13505087

Name : Larissa Rena Mansura

Lecturer : Dr. Ir. Husni S. Sastramihardja, M.T.

Title : Interaction Design in the Development of Interactive Advertising on the Internet

Interactive advertising is an innovation in the field of advertising that rises along with the growth of communication technology as the media for interactive advertising. Advertising is initially a one-way communication from advertisers to consumers. In the terms of interactive advertising, it now provides a two-way communication between advertisers and consumers. Consumers’ active participation places them on the driver’s seat in the exposure of advertising messages. In order to create an engaging consumer-centered interactive advertising, there is a prospect for applying interaction design concepts.

Interactive advertising in the context of the Internet is basically comprised of softwares. This final work discusses the application of interaction design concepts in the development of of such softwares. The research was initiated by studying literatures on advertising theories, interaction design, and prototyping methodology. Interviews with sources from two actual advertising agencies were also conducted to get a clear understanding about the development process of interactive advertising. Results from both literature study and interviews were analyzed to provide a solution on how interaction design concepts could improve the development process of interactive advertising. Three concepts of interaction design were applied: persona, task modeling, and usability testing.

In order to evaluate the proposed solution, a case study had been conducted. The topic of the case study was an interactive advertising in the form of a website for promoting Raja Ampat’s tourism (note: Raja Ampat is a marine tourism destination in West Papua, Indonesia). This case study consisted of two cycles of software development. The first cycle resulted in an early version of prototype, Raja Ampat I, which was aimed to discover the website’s utility and attractiveness. This first prototype was redesigned in the second cycle to produce an improved version of prototype, namely Raja Ampat II. Raja Ampat II was deployed in the Internet within limited access. The aim of this second prototype was to discover the website’s learnability (ease of use) and level of user experience.

From this final project, it can be concluded that interaction design concepts could improve the development process of interactive advertising. Firstly, persona helps the developer in understanding specific characteristics of more targeted consumers. Secondly, task modeling helps structuring the content of the interactive advertising, either in the form of human-human interaction or human-message interaction. Thirdly, usability testing which is based on task modeling provides traceable usability issues. Therefore it is easier to improve the interactive advertising, by revising task by task.

Keywords: interactive advertising, interaction design, persona, task modeling, usability testing, Prototyping methodology.

Desain Interaksi dalam Pembangunan Perangkat Lunak Iklan Interaktif dengan Media Internet

Sudah beberapa bulan berlalu dari sidang kelulusan saya. Bagaimanapun, saya rasa tidak ada ruginya menaruh abstrak dan slide presentasi tugas akhir saya di sini. Siapa tahu bisa bermanfaat.

Sebagai tugas individu terbesar yang menutup masa kuliah, saya berusaha memberikan sentuhan personal pada tugas akhir. Saya menggabungkan hal-hal yang saya sukai dan memungkinkan untuk ditelaah dalam kerangka tugas akhir bidang keinformatikaan. Kombinasi yang dihasilkan: desain interaksi + iklan (interaktif) + pariwisata, diramu dalam pembangunan perangkat lunak. Inspirasi untuk mengangkat topik tentang iklan interaktif saya peroleh ketika melakukan kerja praktek (Juni-Juli 2008). Jadi, terima kasih LOWE Indonesia 🙂

Oh ya, saya juga menggunggah prototipe final Website Pariwisata Raja Ampat yang saya buat di sebuah domain di internet. Website tersebut tidak dipersiapkan untuk konsumsi publik, namun saya dapat memberikan tautannya jika ada yang ingin melihat.

ABSTRAK TUGAS AKHIR PROGRAM SARJANA

NIM : 13505087

Nama : Larissa Rena Mansura

Pembimbing : Dr. Ir. Husni S. Sastramihardja, M.T.

Judul : Desain Interaksi dalam Pembangunan Perangkat Lunak Iklan Interaktif dengan Media Internet

Iklan interaktif merupakan inovasi bidang periklanan yang didorong oleh perkembangan teknologi komunikasi selaku media iklan interaktif. Iklan yang semula hanya bersifat satu arah dari pengiklan ke konsumen, kini memungkinkan komunikasi dua arah antara konsumen dan pengiklan. Partisipasi aktif konsumen menempatkan konsumen dalam kendali penuh atas keterlibatannya dengan materi iklan. Untuk menghasilkan iklan interaktif yang dapat  menjalin hubungan yang erat dengan konsumen, terdapat prospek untuk menerapkan desain interaksi.

Iklan interaktif dalam konteks media internet pada dasarnya merupakan perangkat lunak (selanjutnya dapat disebut perangkat lunak iklan interaktif). Tugas akhir ini mengkaji penerapan desain interaksi dalam pembangunan perangkat lunak iklan interaktif. Penelitian diawali dengan studi literatur mengenai kajian ilmu periklanan, desain interaksi, dan metodologi Prototyping. Dilakukan pula wawancara dengan biro iklan untuk memahami proses pembuatan iklan interaktif secara praktikal. Analisis dari hasil studi literatur dan wawancara menghasilkan proses pembangunan perangkat lunak iklan interaktif dengan menerapkan konsep-konsep desain interaksi, yaitu persona, pemodelan task, dan usability test.

Untuk meneliti pengaruh penerapan desain interaksi pada proses pembuatan perangkat lunak iklan interaktif, dilakukan studi kasus dalam bentuk pembangunan sebuah perangkat lunak iklan interaktif. Materi studi kasus yang dipilih yaitu website promosi pariwisata Raja Ampat, Papua Barat, Indonesia. Perangkat lunak dibangun dalam dua siklus pengembangan perangkat lunak. Siklus pertama menghasilkan versi awal prototipe, Raja Ampat I, yang ditujukan untuk meneliti kegunaan (utility) dan daya tarik (attractiveness) website. Prototipe pertama ini dirancang ulang pada siklus kedua untuk menghasilkan prototipe final, Raja Ampat II. Raja Ampat II diimplementasikan di internet dengan akses terbatas. Target dari protipe kedua ini adalah meneliti kemudahan penggunaan (learnability) website dan tingkat user experience.

Dari pengerjaan tugas akhir ini, dapat disimpulkan bahwa konsep-konsep desain interaksi memberikan manfaat dalam proses pembuatan perangkat lunak iklan interaktif. Persona membantu pengembang memahami karakteristik calon konsumen, sedangkan pemodelan task membantu menstrukturkan materi iklan yang dicakup dalam iklan interaktif. Kemudian keterkaitan antara pemodelan task dan usability test mempermudah pihak pengembang dalam perbaikan perangkat lunak iklan interaktif.

Kata kunci: iklan interaktif, desain interaksi, persona, pemodelan task, usability test, metodologi Prototyping.

Kata kunci: iklan interaktif, desain interaksi, persona, pemodelan task, usability test, metodologi Prototyping.

Mimpi Kami ke Raja Ampat

Semuanya bermula dari kuliah Pengantar Kepariwisataan. Kuliah ini diselenggarakan oleh program studi Planologi, namun boleh diikuti oleh mahasiswa dari program studi lain. Dengan jatah SKS kuliah non-prodi yang saya miliki, tanpa ragu-ragu saya mengambil kuliah ini. Tak lupa, saya mengajak teman-teman saya yang mempunyai minat akan pariwisata. Selain belasan mahasiswa Informatika, saya juga berhasil membujuk seorang sahabat saya yang berlatar belakang Teknik Sipil.

Kuliah Pengantar Kepariwisataan sangat menyenangkan. Saya dan sahabat saya itu bahkan menyebut “kami akan pergi jalan-jalan” setiap saat kami hendak memasuki ruang kuliah. Bukan berarti kami menganggap kuliah ini hanya main-main, lho. Ketika diberi tugas untuk mempresentasikan potensi sebuah kawasan wisata, kami mengerjakannya dengan penuh semangat.

Membahas kawasan wisata? Tentu saja kami suka! Masalahnya, karena terlalu banyak destinasi wisata yang kami obrolkan, kami jadi bingung mau memilih yang mana. Sampai akhirnya sahabat saya menyebutkan dua kata “Raja Ampat”. Saya belum tahu apa-apa tentang tempat ini, sehingga saya mencari petunjuk dari Pak Google. Begitu muncul foto-foto aerial view Raja Ampat yang terkenal, saya langsung jatuh hati. “Oke, Raja Ampat jadi destinasi impian kita!”

Dan inilah tugas yang kami kumpulkan. Kami sangat senang ketika Sang Dosen memuji presentasi kami sebagai yang terbaik 🙂

Sejak saat itu, Raja Ampat selalu menjadi destinasi impian kami. Sekarang sahabat saya bekerja di Tanah Papua. Baginya, menggapai Raja Ampat terasa semakin dekat. Saya tidak tahu apakah kami akan bisa mewujudkan mimpi bersama-sama. Mungkin dia akan berkunjung ke sana lebih dulu. Tapi terakhir saya bertemu dengannya, kami sama-sama berencana untuk mengambil sertifikasi menyelam. Itu adalah bagian penting dari mimpi Raja Ampat. Karena kalau ke Raja Ampat tanpa melakukan penyelaman, mimpi kami belum sah terwujud!

Fixing a Broken Heart

Broken heart happens. Fixing it is quite a big deal. Yet many people always try to help their significant ones getting through it. Mostly by listening and providing words of wisdom (or cliché?). Well, there are many more creative discreet ways to fix a broken heart. The following are some experience I did, I had, or I heard.

A cousin secretly forced one of his friend to make a move on his cousin. Approached with some random talk, drew some laughs. It wasn’t meant to lead to somewhere further, but at least the cousin felt she was still attractive to guys.

A gang of girls dragged themselves to a basketball match, where they could scream and shout as loudly as they wanted. It took place when one of the girls had been broken up. Yes, her boyfriend cheated on her.

A young man offered his best mate an afternoon tea time over his rooftop. Except that the tea is actually vanilla cigarillo. Sharing taste, smoke, and thought surrounded by the view of almost-sunset, the man successfully put the girl a little bit on the top.

A fashion stylist gave her friend a makeover.  She helped her reinvent who she was and who she wasn’t. All by trying out, mix-and-match different outfits and knick-knacks on her.

A girl brought homemade cookies for her friend. It was his birthday, it was a couple days before Eid Mubarak, his parents were out of town, and he just got dumped.

An adventurer took her best mate on a long hike. Getting closer with mother nature, the earth, The God Almighty. His heart was finally at ease for a moment.

Two teenage girls spent an afternoon on an overpass, watching the vehicles went by. Another pedestrian mistakenly thought they were going to jump. Of course it didn’t even cross their mind, as they were just done praying and reflecting at a mosque nearby.

Well, that’s all I can think of right now. I, myself, am not that great in helping people recover from break-oops! The healing actually depends on the broken-hearted him/herself. Let them progress, check them once in a while. I mean, as long as they’re not putting anyone’s life in danger, they should be doing fine. Later on, this “fine” would turn into “awesome” (okay, I’ve watched too much of “How I Met Your Mother” :D).

“In the end and then, all will be forgiven and we’ll all laugh about this.”

Cerita Kepala : Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas merupakan bagian dari Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka-Belitung. Butuh waktu sekitar setengah jam untuk mencapai Pulau Lengkuas dengan menggunakan kapal motor dari Tanjung Kelayang. Gelombang laut cukup kencang di akhir bulan Januari kemarin, sehingga ibu saya sangat cemas. Syukurlah kami sekeluarga tiba di pulau yang menakjubkan ini dengan selamat.

Foto ini saya peroleh dari puncak mercusuar yang terdapat di Pulau Lengkuas. Mercusuar buatan Belanda yang sudah berdiri sejak tahun 1882, dan masih berfungsi hingga saat ini. Dua orang petugas dari Departemen Perhubungan yang merawat mercusuar ini merupakan dua-duanya penghuni tetap Pulau Lengkuas selama 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun, ya tergantung masa penempatan yang tidak tentu.

Pulau Lengkuas adalah spot favorit bagi kebanyakan orang yang mengunjungi Belitung. Begitu pula dengan saya. Saya tidak pernah sepuas ini bermain air dan berenang-renang di pantai. Airnya tenang dengan sedikit riak ombak yang menggoda, disertai latar mercusuar yang cantik dan bebatuan  granit di berbagai sisi. Pesonanya sangat jauh berbeda dengan pantai-pantai di selatan Jawa yang pernah saya kunjungi.

Koin Kerakyatan

Kenapa orang-orang heboh mengumpulkan koin untuk Ibu Prita Mulyasari? Kenapa hal ini tidak terjadi untuk Nenek Minah, korban lumpur Lapindo, atau korban gempa bumi?

Saya merenungkannya di sela-sela aktivitas, kemudian mencapai satu pemikiran: pada dasarnya manusia itu egois. Manusia paling mudah bereaksi pada sesuatu yang paling berhubungan dengan dirinya sendiri.

Kembali ke perihal pengumpulan koin. Mungkin para “coiners” merasa kehidupannya cukup mirip dengan sosok  Ibu Prita.

  • Ibu Prita melek teknologi, saya melek teknologi.
  • Ibu Prita senang menyuarakan pendapat, saya senang menyuarakan pendapat.
  • Ibu Prita fasih menggunakan teknologi untuk menyuarakan pendapat, saya fasih menggunakan teknologi untuk menyuarakan pendapat.

Mengingat kemiripan saya dan Ibu Prita, besar kemungkinannya saya mengalami nasib yang serupa dengan beliau. Tidak boleh! Jangan sampai terjadi! Saya harus membela Ibu Prita, supaya saya mendapat kebebasan yang sama. Hak asasi manusia untuk berpendapat harus ditegakkan! Ayo kumpulkan koin sebagai tonggak perjuangan ini.

Saya coba bandingkan dengan kasus Nenek Minah. Mungkin para “coiners” merasa kehidupannya sangat berbeda dengan sosok Nenek Minah.

  • Nenek Minah mencuri, saya tidak mungkin mencuri
  • Semua orang juga tahu, mencuri adalah perbuatan tercela

Saya tidak seperti Nenek Minah, jadi saya tidak mungkin bernasib malang seperti beliau. Saya iba ketika mengetahui alasan kenapa Nenek Minah mencuri, tapi sepertinya tidak ada yang bisa saya lakukan.

Terakhir, terkait peristiwa bencana alam. Akuilah, kebanyakan dari kita berpikir begini.

  • Saya turut berduka atas korban bencana alam.
  • Di mana lokasi bencana ini? Siapa saja korbannya?
  • Semakin dekat lokasi dengan lokasi saya, saya semakin peduli.
  • Semakin saya bertalian dengan korban-korbannya, saya semakin peduli.

Saya jadi ingat film “Hotel Rwanda”. Ketika sang manajer hotel memohon pada jurnalis Amerika untuk menolongnya, si jurnalis berkata “Berita ini akan tersiar di seluruh dunia. Kebanyakan orang akan menontonnya dan berkata ‘Oh that is awful‘, kemudian mereka kembali menyantap sarapan mereka”.