Category Archives: Rewog.Socana

Kenangan Si Rewog yang tersimpan dalam bentuk visual

Cerita Kepala : Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas merupakan bagian dari Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka-Belitung. Butuh waktu sekitar setengah jam untuk mencapai Pulau Lengkuas dengan menggunakan kapal motor dari Tanjung Kelayang. Gelombang laut cukup kencang di akhir bulan Januari kemarin, sehingga ibu saya sangat cemas. Syukurlah kami sekeluarga tiba di pulau yang menakjubkan ini dengan selamat.

Foto ini saya peroleh dari puncak mercusuar yang terdapat di Pulau Lengkuas. Mercusuar buatan Belanda yang sudah berdiri sejak tahun 1882, dan masih berfungsi hingga saat ini. Dua orang petugas dari Departemen Perhubungan yang merawat mercusuar ini merupakan dua-duanya penghuni tetap Pulau Lengkuas selama 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun, ya tergantung masa penempatan yang tidak tentu.

Pulau Lengkuas adalah spot favorit bagi kebanyakan orang yang mengunjungi Belitung. Begitu pula dengan saya. Saya tidak pernah sepuas ini bermain air dan berenang-renang di pantai. Airnya tenang dengan sedikit riak ombak yang menggoda, disertai latar mercusuar yang cantik dan bebatuan  granit di berbagai sisi. Pesonanya sangat jauh berbeda dengan pantai-pantai di selatan Jawa yang pernah saya kunjungi.

Cerita Kepala : Jonker Walk

Jonker Walk

Jonker Walk

Jonker Walk atau nama lainnya Jalan Hang Jebat adalah sebuah jalan yang cukup terkenal di Melaka, Malaysia. Dalam tur Singapura-Kuala Lumpur-Melaka, saya dan teman saya menikmati Jonker Walk di sore hari, 4 April 2009. Kami menyantap makanan peranakan di salah satu restoran, kemudian berjalan mengitari sambil melihat-lihat.

Saya sangat terpesona dengan keantikan kota Melaka dan kisah-kisah sejarah di baliknya. Khususnya untuk Jonker Walk, jalan ini mengingatkan saya akan Jalan Braga di Bandung. Jonker Walk sebenarnya agak sempit, bahkan lebih sempit dibandingkan Jalan Braga. Ditambah dengan lalu lalang mobil, motor, dan becak, pejalan kaki harus lebih berhati-hati. Menariknya, suasana di Jonker Walk sangat hidup. Di kiri kanan berdiri bangunan-bangunan kuno yang tertata cantik, entah dipergunakan sebagai restoran, kafe, penginapan, atau toko barang antik dan suvenir. Sayang sekali saat itu saya tidak punya banyak waktu, sehingga saya tidak sempat menikmati Jonker Walk di malam hari yang diramaikan dengan tenda-tenda berjualan.

Hal yang terbersit di kepala saya sampai saat ini yaitu : Seharusnya Jalan Braga bisa lebih bagus lagi daripada Jonker Walk. Siapa tahu nanti, ketika saya menjadi Walikota Bandung 😀

Ketika teman jauh berkunjung ke Kota Kembang

Ketika teman jauh berkunjung ke Kota Kembang, wisata kuliner selalu jadi pilihan yang tepat. Apalagi saat itu teman saya tidak punya banyak waktu. Kami hanya sempat makan malam di Sushiboon dan mencuci mulut di Braga Permai. Sesekali saya imbuhi wisata sejarah, ya mumpung melewati kawasan Asia-Afrika dan Braga. Mungkin di kesempatan lain ketika teman jauh berkunjung ke Bandung, saya bisa lebih total menjadi pemandu wisata. Bisa wisata kuliner, wisata sejarah, wisata alam, yang penting wisata di Bandung. Ah saya jadi rindu memandu wisata 😀

Cerita Kepala : Museum Affandi

Museum Affandi

Museum Affandi

Custom header ini senantiasa saya ganti dengan destinasi wisata yang pernah saya kunjungi. Gambar pertama yang saya pilih yaitu Museum Affandi, yang saya peroleh pada perjalanan saya ke Jogja 14-17 Januari 2009. Saat itu saya dan teman saya bermaksud mengunjungi Museum Affandi. Sayangnya  kami datang pukul 17, sementara museum tutup pukul 16. Tak mau rugi, kami pun mengambil gambar dari pinggir jalan 😀