Cerita Kepala : Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas merupakan bagian dari Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka-Belitung. Butuh waktu sekitar setengah jam untuk mencapai Pulau Lengkuas dengan menggunakan kapal motor dari Tanjung Kelayang. Gelombang laut cukup kencang di akhir bulan Januari kemarin, sehingga ibu saya sangat cemas. Syukurlah kami sekeluarga tiba di pulau yang menakjubkan ini dengan selamat.

Foto ini saya peroleh dari puncak mercusuar yang terdapat di Pulau Lengkuas. Mercusuar buatan Belanda yang sudah berdiri sejak tahun 1882, dan masih berfungsi hingga saat ini. Dua orang petugas dari Departemen Perhubungan yang merawat mercusuar ini merupakan dua-duanya penghuni tetap Pulau Lengkuas selama 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun, ya tergantung masa penempatan yang tidak tentu.

Pulau Lengkuas adalah spot favorit bagi kebanyakan orang yang mengunjungi Belitung. Begitu pula dengan saya. Saya tidak pernah sepuas ini bermain air dan berenang-renang di pantai. Airnya tenang dengan sedikit riak ombak yang menggoda, disertai latar mercusuar yang cantik dan bebatuan  granit di berbagai sisi. Pesonanya sangat jauh berbeda dengan pantai-pantai di selatan Jawa yang pernah saya kunjungi.

Koin Kerakyatan

Kenapa orang-orang heboh mengumpulkan koin untuk Ibu Prita Mulyasari? Kenapa hal ini tidak terjadi untuk Nenek Minah, korban lumpur Lapindo, atau korban gempa bumi?

Saya merenungkannya di sela-sela aktivitas, kemudian mencapai satu pemikiran: pada dasarnya manusia itu egois. Manusia paling mudah bereaksi pada sesuatu yang paling berhubungan dengan dirinya sendiri.

Kembali ke perihal pengumpulan koin. Mungkin para “coiners” merasa kehidupannya cukup mirip dengan sosok  Ibu Prita.

  • Ibu Prita melek teknologi, saya melek teknologi.
  • Ibu Prita senang menyuarakan pendapat, saya senang menyuarakan pendapat.
  • Ibu Prita fasih menggunakan teknologi untuk menyuarakan pendapat, saya fasih menggunakan teknologi untuk menyuarakan pendapat.

Mengingat kemiripan saya dan Ibu Prita, besar kemungkinannya saya mengalami nasib yang serupa dengan beliau. Tidak boleh! Jangan sampai terjadi! Saya harus membela Ibu Prita, supaya saya mendapat kebebasan yang sama. Hak asasi manusia untuk berpendapat harus ditegakkan! Ayo kumpulkan koin sebagai tonggak perjuangan ini.

Saya coba bandingkan dengan kasus Nenek Minah. Mungkin para “coiners” merasa kehidupannya sangat berbeda dengan sosok Nenek Minah.

  • Nenek Minah mencuri, saya tidak mungkin mencuri
  • Semua orang juga tahu, mencuri adalah perbuatan tercela

Saya tidak seperti Nenek Minah, jadi saya tidak mungkin bernasib malang seperti beliau. Saya iba ketika mengetahui alasan kenapa Nenek Minah mencuri, tapi sepertinya tidak ada yang bisa saya lakukan.

Terakhir, terkait peristiwa bencana alam. Akuilah, kebanyakan dari kita berpikir begini.

  • Saya turut berduka atas korban bencana alam.
  • Di mana lokasi bencana ini? Siapa saja korbannya?
  • Semakin dekat lokasi dengan lokasi saya, saya semakin peduli.
  • Semakin saya bertalian dengan korban-korbannya, saya semakin peduli.

Saya jadi ingat film “Hotel Rwanda”. Ketika sang manajer hotel memohon pada jurnalis Amerika untuk menolongnya, si jurnalis berkata “Berita ini akan tersiar di seluruh dunia. Kebanyakan orang akan menontonnya dan berkata ‘Oh that is awful‘, kemudian mereka kembali menyantap sarapan mereka”.

This Hedonist

Energetic. Optimistic. Dynamic.

Spontaneous. Full of fantasy.

Impulsive. Naive.

Avoid pain. Opposite feelings at committing.

Based on pleasure. Loyal. Helpful. Stimulating.

Own priorities.

Can’t believe anyone would want to commit with.

Live life to the fullest.

Faithfulness is not strong point.

People with problems. Social worker.

Don’t easily attach passion and affection.

Private. Self-centered. Secretive.

Observant. Flamboyant.

Unlimitedness.

Holiday Fling

It’s always your holiday fling
who gets your mood swinging

Everytime you hear his bell ringing
butterflies in your stomach start fighting

You’re the queen and he’s the king
perfect dream as short as the spring

Afterwards he leaves you waving
it tweaks a bit like a bee stings

19.06.2009

“the sweetest holiday fling is one that stays as holiday fling”

Bereksperimen dengan Eksperimentasi Produk Kreatif

Di semester 8, saya kembali bertamu ke dunia FSRD. Kali ini perhatian saya tertuju pada program studi Desain Produk. Awalnya saya mengambil mata kuliah Desain Produk Interaktif. Namun karena kekurangan peminat sehingga kelasnya ditutup, saya mengajukan PRS dan menggantinya dengan mata kuliah Eksperimentasi Produk Kreatif  yang sama-sama 2 sks.

Kuliah Eksperimentasi Produk Kreatif ini sebenarnya adalah sebuah eksperimen juga, karena untuk pertama kalinya dirilis. Di dalamnya, saya pun bereksperimen- eksperimen mengikuti kuliah yang merupakan eksperimen sebagai satu-satunya mahasiswa non-SR (bahasanya rumit nih :D). Pengalaman pertama memasuki kelas sebagai satu-satunya mahasiswa non-SR cukup mendebarkan. NIM saya yang berawalan “135” menempati nomor urut pertama pada daftar hadir.

Dosen : “Kamu dari jurusan mana?”
Saya    : “Informatika, Pak.”
Dosen : “Saya kira kamu DKV lho.”
Bisik-bisik di belakang saya : “Eh anak mana sih? Anak mana?”

Konsep penting yang saya peroleh dari kuliah ini yaitu mengenai kreatif dan inovatif. Kreatif berarti berbeda dengan yang sudah ada, sementara inovatif berarti lebih baik dari yang sudah ada. Kedua sifat ini saling mendukung dan tidak seharusnya dipisahkan. Sesuatu yang kreatif namun tidak inovatif akan menjadi hal yang tidak bermanfaat. Sebaliknya, sesuatu yang inovatif namun tidak kreatif akan berhenti di tempat.

Di luar dugaan saya,  kuliah ini menugaskan untuk mendesain produk betulan. Untunglah ada seorang mahasiswa Desain Produk yang dengan baik hati mau menjadi partner saya mengerjakan tugas tersebut. Amy namanya. Teman baru saya ini tekun dan sabar, membimbing saya yang  awam soal desain-mendesain produk (selain produk perangkat lunak). Walaupun tidak mahir, saya sangat menikmati proses pembuatan produk ini. Karena itu, dengan bangga saya mempersembahkan hasil kerja kami dalam bentuk slide di bawah ini.