Tag Archives: desain

Bereksperimen dengan Eksperimentasi Produk Kreatif

Di semester 8, saya kembali bertamu ke dunia FSRD. Kali ini perhatian saya tertuju pada program studi Desain Produk. Awalnya saya mengambil mata kuliah Desain Produk Interaktif. Namun karena kekurangan peminat sehingga kelasnya ditutup, saya mengajukan PRS dan menggantinya dengan mata kuliah Eksperimentasi Produk Kreatif  yang sama-sama 2 sks.

Kuliah Eksperimentasi Produk Kreatif ini sebenarnya adalah sebuah eksperimen juga, karena untuk pertama kalinya dirilis. Di dalamnya, saya pun bereksperimen- eksperimen mengikuti kuliah yang merupakan eksperimen sebagai satu-satunya mahasiswa non-SR (bahasanya rumit nih :D). Pengalaman pertama memasuki kelas sebagai satu-satunya mahasiswa non-SR cukup mendebarkan. NIM saya yang berawalan “135” menempati nomor urut pertama pada daftar hadir.

Dosen : “Kamu dari jurusan mana?”
Saya    : “Informatika, Pak.”
Dosen : “Saya kira kamu DKV lho.”
Bisik-bisik di belakang saya : “Eh anak mana sih? Anak mana?”

Konsep penting yang saya peroleh dari kuliah ini yaitu mengenai kreatif dan inovatif. Kreatif berarti berbeda dengan yang sudah ada, sementara inovatif berarti lebih baik dari yang sudah ada. Kedua sifat ini saling mendukung dan tidak seharusnya dipisahkan. Sesuatu yang kreatif namun tidak inovatif akan menjadi hal yang tidak bermanfaat. Sebaliknya, sesuatu yang inovatif namun tidak kreatif akan berhenti di tempat.

Di luar dugaan saya,  kuliah ini menugaskan untuk mendesain produk betulan. Untunglah ada seorang mahasiswa Desain Produk yang dengan baik hati mau menjadi partner saya mengerjakan tugas tersebut. Amy namanya. Teman baru saya ini tekun dan sabar, membimbing saya yang  awam soal desain-mendesain produk (selain produk perangkat lunak). Walaupun tidak mahir, saya sangat menikmati proses pembuatan produk ini. Karena itu, dengan bangga saya mempersembahkan hasil kerja kami dalam bentuk slide di bawah ini.

AB dan BC dari Desain Komunikasi Visual

Mulai semester kemarin di kampus diberlakukan standar indeks nilai baru dengan adanya nilai tengah-tengah. Dalam kasus saya, saya kebagian AB (pertengahan A dan B, senilai 3.5) dan BC (pertengahan B dan C, senilai 2.5), masing-masing 1 mata kuliah dan semuanya dari program studi Desain Komunikasi Visual. Saya cukup bangga akan kedua nilai ini, sebagai mahasiswa awam yang non-DKV, bahkan non-SR. Berikut adalah resensi saya untuk dua kuliah tersebut, total pengalaman pribadi dan tidak direkomendasikan sebagai referensi jika ada yang ingin mengambil kuliah yang sama 😉

Psikologi Persepsi
Dulu saya punya keinginan menjadi psikolog. Sempat membaca “Freud untuk Pemula”. Pernah bertandang ke kediaman Prof.Nimpoeno, ahli grafologi yang saya hormati. Tidak berjumpa dengan Sang Profesor, namun terkagum-kagum pada kepiawaian beliau menganalisis tulisan tangan. Saya senang mengamati perilaku orang di sekitar saya, yang lantas membuat saya merenung. Selalu ada bagian dari diri kita yang beririsan dengan diri orang lain, selalu ada something in common. Pada akhirnya saya menjadi mahasiswa informatika, minat psikologi itu menjadi terbatas pada membaca dan berbagi kokology. Saya baru tahu ada kuliah psikologi di kampus ketika mencari mata kuliah untuk memenuhi jatah 9 sks kuliah pilihan non-informatika. Ada psikologi komunikasi, psikologi sosial, dan psikologi persepsi. Saya memilih psikologi persepsi, karena bisa dihubung-hubungkan dengan persepsi pengguna pada tampilan software. Saya yang menghubung-hubungkan, maksudnya. Nyatanya kuliah ini sangat teoretis. Konsep yang paling melekat di otak saya yaitu bahwa persepsi selalu benar, persepsi tidak pernah salah. Persepsi bisa bertentangan jika dikomunikasikan dengan persepsi lain. Bisa bertentangan, berarti bisa berdamai pula. Itu kalau kita mau belajar memahami persepsi orang lain. Kalau tidak, ya kita selalu benar, tapi dalam kerangka pemikiran sendiri yang sempit. Akhir kata, persepsi sang dosen menyatakan bahwa saya patut diberi nilai AB untuk kuliah ini.

Penulisan Naskah Iklan (Copywriting)
Mata kuliah ini dirilis perdana semester lalu, sehingga saya termasuk salah satu mahasiswa perdana yang mengecap ilmu penulisan naskah iklan dari bangku kuliah DKV. Kalau dilihat dari judulnya yang sangat spesifik periklanan, buat apa mahasiswa informatika menyusup di situ? Saya pun berdalih bahwa copy tidak hanya dipakai di iklan, tapi juga di bentuk seni lain yang memerlukan tulisan. Meracaulah saya tentang pentingnya unsur tulisan sebagai penunjang interaksi antara software dan penggunanya. Kemudian merembet ke copy untuk web yang (sama halnya dengan konsep copy untuk iklan) harus bisa menjelaskan brand dan positioning web dengan cara yang simpel, mudah diingat, dan menarik pembaca untuk terus mengunjungi web. Web sendiri sebenarnya merupakan salah satu bentuk iklan, termasuk dalam kategori iklan interaktif. Iklan interaktif adalah iklan yang melibatkan interaksi mutual antara pemrakarsa iklan (umumnya pemilik produk/jasa yang diiklankan) dan penerima iklan (masyarakat yang menjadi target iklan). Seiring perkembangan teknologi, terminologi iklan interaktif kini lebih merujuk kepada iklan yang tersedia pada media internet. Selanjutnya bisa dibaca di buku tugas akhir saya nanti (amin 😀 ). Oke, jadi bagian yang paling ‘nyambung’ antara copywriting dan informatika adalah saya berusaha menyambungkannya dalam tugas akhir saya yang bercerita tentang desain interaksi pada iklan interaktif. Kuliah penulisan naskah iklan menghasilkan sebuah nilai BC untuk saya, namun disertai banyak sekali ilmu periklanan yang bermanfaat untuk tugas akhir tersebut.

Kuliah pilihan bisa jadi ajang untuk menggali ilmu sesuai minat. Saya bersyukur dengan adanya jatah 9 sks untuk kuliah pilihan non-informatika, saya jadi bisa mengambil kuliah sesuka hati yang tidak selalu suka materi informatika :D. Walaupun tidak berhasil meraih nilai tertinggi, saya cukup puas dengan pencapaian saya mengintip disiplin ilmu lain. Yang paling penting, saya memang tertarik pada disiplin ilmu tersebut. Jauh lebih menyenangkan dibandingkan mengambil kuliah yang tidak saya nikmati kemudian mendapat nilai pas-pasan untuk lolos (bukan lulus). Semester baru ini, pilihan saya untuk mata kuliah non-informatika jatuh pada Desain Produk Interaktif Eksperimentasi Produk Kreatif dari Desain Produk dan Pengantar Kepariwisataan dari Perencanaan Wilayah dan Kota. Insting saya mengatakan pengalaman mengasyikkan sudah menunggu dari kedua kuliah ini 😉

“I’d rather do nothing than do something I don’t love”